Wagub: Pancasila Alat Pemersatu Bangsa

img

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap digelar di teras Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (01/10)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.SAMARINDA–Meskipun diguyur hujan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap digelar di teras Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (01/10). Kegiatan ini diinisiasi Pemprov Kaltim melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), sebagai upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Benua Etam.

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi bertindak selaku Inspektur Upacara, yang diikuti Ketua DPRD Kaltim H Makmur HAPK, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, Sekprov Kaltim HM Sa’bani, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Samarinda HM Manshur, Kepala Badan Kesbangpol Kaltim H Sufian Agus dan Kepala Dinas Sosial HM Agus Hari Kesuma.

Wagub Hadi Mulyadi mengucapkan rasa syukur mendalam atas peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 1 Oktober. Karena, ujar dia, Pancasila sebagai ideologi negara menjadi alat pemersatu bangsa.

Sehingga peristiwa yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang merongrong keberadaan Pancasila menjadi sesuatu yang harus dijadikan sejarah dan harus diperhatikan supaya itu tidak terulang kembali..

“Dan alhamadulillah sudah 76 tahun kita merdeka, kita tetap bersatu dalam NKRI dan kewajiban kita sebagai generasi muda sebagai generasi penerus untuk menjadikan Pancasila sebagai alat pemersatu sehingga kita semua bisa hidup  nyaman di NKRI,” kata Hadi.

Wagub Hadi juga mengapresiasi jajaran Polresta Samarinda yang telah berhasil menggagalkan peredaran 25 kilogram sabu dan 29.761 butir ekstasi dari Surabaya, Jawa TImur yang akan diedarkan di Kota Tepian Samarinda. Atas prestasi tersebut, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan kepada 23 aparat Kepolisian dari Polresta Samarinda.

“Terima kasih. Ini menjadi satu prestasi yang luar biasa dari aparat Kepolisian. Sekaligus kewaspadaan. Artinya pengedar narkoba ini cukup aktif kerja di Kaltim. Disatu sisi prestasi, disatu sisi juga kewaspadaan yang harus terus dipantau agar tidak terus berkembang di Benua Etam ini,” pesan Hadi Mulyadi (mar)